SEPARATED by Usher

November 14th, 2006 by erzet

SEPARATED - USHER

If love was a bird then we wouldn’t have wings
I love was a sky we’d be blue
If love was a choir you and I could never sing
Cause love isn’t for me and you

If love was an oscar you and I could never win
Cause we can never act our parts
If love was the Bible then we are lost in sin
Because it’s not in our hearts

Reff:
So why don’t you go your way and I’ll go mine
Live your life and I’ll be fine
Baby you’ll do well and I’ll be fine
Cause we’re better off… separated

If love was a fire then we have lost the spark
Love never felt so cold
If love was a light then we’re lost in the dark
Left with no one to hold

If love was a sport we’re not on the same team
You and I are destined to lose
If love was an ocean then we are just a stream
Cause love isn’t for me and you

Reff:

Girl I know we had some good times
It’s sad but now we gotta say goodbye
Girl you know I love you I can’t deny
I can’t say we didn’t try to make it work for you and I
I know it’s hurts so much but It’s the best for us
Somewhere along this windy road we lost the trust
So I’ll walk away so you don’t have to see me cry
It’s killing me so, why don’t go

Reff:

LOVE is BLIND

September 14th, 2006 by erzet

LOVE is BLIND

Ungkapan ini kayanya sih bener, kalo orang udah jatuh cinta, ya kaya orang buta aja deh kelakuannya… Maca cih orang buta sama kaya orang jatuh cinta?
Bahas dikit yuks…

1. Ga Bisa Ngeliat Sekitar
Naaah… ini kayanya bener deh, kalo udah berdua ma ‘ayang’nya… duuuuhhh boro2 ngeliat keadaan sekitar, ada pengamen, pemulung, pencopet, semuanya ga keliatan alias invisible, karena bawaannya pengen ngeliatin ‘ayang’nya mulu… (waaahhh.. kalo gitu mah gawat yaks!!???)

2. Butuh Perhatian
Hahaha… kalo ini mah harus yach… (kan simbiosis mutualisme…@#$%!?)

3. Sensitif
Eh, bener lho kalo orang yang lagi falli’ in lop emang lebih sensi… bawaannya kalo BT maunya ngambeg mulu… (biasanya sih cewe yaks.. hehehe… ngaku deh)
Tapi jangan salah, cowo ternyata sensi juga lho, hihihihi…. (ngaku juga deh…)

4. Mengenal Dengan ‘Meraba’
Wach…. beneran ga siey?… wakakak… (kasih nilai sendiri aja ya, takut salah2 kata, hihihi…)

(tulisan diatas hanya iseng aja, yang merasa yaaa bagus, yang ga ngerasa, ‘masa sih ga ngerasa’.. hihihi…)
#nantikan edisi perdana my book yach, pokoke seru abies… hihihi… –promosi dikit =P

Take Time

June 23rd, 2006 by erzet

-TAKE TIME-

Take time to think;

it is the source of power

                            Take time to read;

                            it is the foundation of wisdom

          Take time to play;

          it is the secret of staying young

Take time to be quite;

it is the opportunity to seek God

                   Take time to be aware;

                   it is the opportunity to help others

        Take time to love;

         it is God’s greatest gift

  Take time to be friendly;

  it is the road to happiness

                             Take time to dream;

                             it is what the future is made of

Take time to pray;

it is the greatest power of earth

-author unknown-

Give Thanks

June 10th, 2006 by erzet

Mengucap syukur terkadang menjadi hal yang tidak terlalu penting bagi manusia akhir2 ini, namun pernahkah kita sadari betapa besarnya “the meaning of -GIVE THANKS-

Ada seorang yang kaya raya dan sangat baik hati. Suatu kali dia pergi ke luar negeri dan dia teringat akan para teman2 dan sahabat2nya. Dia memberikan cinderamata yang sangat indah2 untuk para teman dan sahabat2nya.

Saat dia kembali pulang, dia langsung menyerahkan langsung ke rumah para teman dan sahabat2nya. Dan dia mendapatkan reaksi dan tanggapan yang beragam.

Saat dia datang ke rumah seorang sahabatnya yang kaya raya, sahabatnya tersebut dengan segala kesibukannya berkata: “taruh saja di situ, saya sedang sibuk!” Begitu juga saat dia datang ke seorang sahabatnya yang status sosialnya bisa dikatakan menengah, sahabatnya tersebut berkata kepadanya: “terima kasih atas hadiahnya, tapi maaf saat ini saya tidak bisa berbincang2 dengan kamu, banyak hal yang saya harus saya kerjakan, bagaimanapun juga terima kasih ya!”

Sahabatnya yang ketiga dia pun berikan hadiah tersebut, namun justru reaksi yang diterimanya sama sekali siluar dugaan!. Sahabatnya yang hidup dengan sederhana justru sangat bersyukur atas hadiah yang diberikannya. “Terima kasih…terima kasih sekali sahabatku. Engkau mengingat aku sedemikiannya sampai2 aku harus membuatmu repot dengan hadiah yang sangat indah. Oh, terima kasih sahabat…”

Orang kaya raya yang baik hati ini sangat tergugah hatinya dan sangat bahagia, hadiah yang diberikan kepada sahabatnya yang ketiga sungguh sangat berharga dipandangnya… dan tahukah kamu? Sejak saat itu, orang kaya dan baik hati ini jika pergi ke luar negeri selalu menyempatkan untuk memberikan hadiah lebih istimewa dibandingkan dengan 2 sahabatnya yang lain…

My friends, do u know that my story is the reflection of God’s heart?

Tuhan memberikan banyak hal kepada kita, berkat-Nya, kasih-Nya, kehidupan yang indah, keluarga, sahabat, orang yang dikasihi, kesehatan, pekerjaan, studi, talenta, bahkan banyak hal lainnya… Namun pernahkah kita memberikan respon seperti sahabat yang ketiga? Dengan sukacita dan hati penuh ucapan syukur kita naikkan kepada Tuhan. Jika belum, BERSYUKURLAH, karena lebih banyak “BLESSINGS” yang akan kamu dapatkan dari-Nya.

God Bless You !

i’ll be there for you !

April 23rd, 2006 by erzet

Seorang ayah berdiri di depan puing-puing bangunan sekolah yang hancur karena gempa berkekuatan 8,2 skala richer di Armenia. Ia teringat pada anaknya yang diantarnya tadi pagi. Ia memberi kata-kata perpisahan kepada anaknya, “Nak, ayah akan selalu hadir untukmu dalam segala keadaan. Ingatlah itu!” ia berusaha tegar, tetapi kepiluan hatinya tidak dapat dibendung lagi, akhirnya ia pun menangis. Kemudian ia menguatkan harinya dan mulai berkonsentrasi untuk mengingat letak ruang kelas di mana anaknya berada. Setelah lama berpikir, akhirnya dia berjalan ke posisi yang diyakininya sebagai ruang kelas anaknya, yaitu di sudut kanan belakang gedung yang sudah rata dengan tanah itu. Ia mencari linggis, lalu mulai menggali reruntuhan gedung itu, sementara beberapa orang tua murid lainnya berdiri menangis, menepuk-nepuk dada mereka dan berkata dengan lirih, “Anakku … anakku …!” Beberapa orang tua murid dan para relawan yang ada di sana berusaha menarik pria itu untuk keluar dari atas puing-puing tersebut. “Pak, menjauhlah dari sana, karena itu bisa membahayakanmu. Nanti kami yang akan membereskannya,” kata petugas yang ada di lokasi itu. “Apakah Anda mau membantu saya sekarang?” tanya pria itu, tetapi petugas itu tidak menjawab pertanyaannya.

Pria itu tidak peduli dengan pendapat dan larangan orang lain, ia terfokus pada pencarian anaknya. Ia terus menggali, dari satu jam… enam jam… dua belas jam… dua puluh empat jam… tiga puluh enam jam… lalu pada jam ketiga puluh delapan ia berhasil membongkar sebongkah puing besar. Kemudian di bawah puing itu terdengar suara beberapa anak kecil, lalu pria itu berteriak, “Armand …,”  dan dari bawah terdengar jawaban, “Ayah, aku disini. Aku tahu bahwa Ayah pasti akan datang. Ayah, aku memberitahu teman-teman bahwa kalau Ayah selamat, Ayah pasti menyelamatkan kami, karena Ayah berjanji akan selalu hadir untukku. Hari ini kau memenuhi janjimu Ayah…” “Bagaimana keadaan di bawah nak?” tanyanya kembali. “Kami yang selamat ada empat belas orang. Kami lapar, haus dan kedinginan, tetapi syukurlah karena Ayah sudah datang untuk menolong!” “Nak, sekarang ulurkanlah tanganmu ke atas agar aku dapat mengangkatmu!” “Tidak Ayah, bukan aku yang pertama, melainkan teman-temanku. Aku akan menjadi orang yang terakhir  untuk naik, karena aku percaya bahwa Ayah akan selalu ada untukku!”

Berlajarlah percaya kepada ALLAH, seperti anak kecil yang percaya bahwa ayahnya selalu ada untuknya. Beriman berarti percaya sepenuhnya kepada ALLAH, walau belum melihat atau mendapat sebuah penjelasan. Percaya penuh tanpa setitik keraguan merupakan dasar untuk melihat mujizat dan pertolongan ALLAH. Tanamkanlah di hati bahwa di dalam suka atau kesukaran-kesukaran besar, ALLAH selalu ada untuk kita, karena kita ada di pikiran-NYA!.

great mind + believing is the key for a great miracle !

Can We?

April 5th, 2006 by erzet

Untuk mempercayai mimpi-mimpimu,

Untuk bersukacita bersama-sama denganmu,

Untuk mengusap air matamu,

Untuk memberimu harapan,

Untuk menghibur luka hatimu,

Untuk mendengarkanmu,

Untuk tertawa bersamamu,

Untuk memperlihatkan jalan yang lebih baik kepadamu,

Untuk mengatakan kebenaran kepadamu,

Untuk memberikan dorongan kepadamu,

Siapa lagi yang dapat berbuat semua itu bagimu?

Itulah gunanya SAHABAT

persahabatan didasarkan pada apa yang diberikan, bukan apa yang diperoleh

persahabatan bertahan dengan melayani, bukan minta dilayani

persahabatan dimotivasi oleh kasih, bukan hutang

persahabatan bersedia berkorban tanpa mengharapkan imbalan

persahabatan memang tidak masuk akal,

tetapi semakin banyak yang diberikan, semakin kuat jadinya

persahabatan gagal jika:

komunikasi tidak jelas

kebenaran dilanggar

integritas diabaikan

waktu tidak digunakan dengan baik

resiko tidak diambil

kekuasaan menjadi tujuan

kepercayaan dihancurkan

kepentingan diri sendiri diutamakan

manipulasi diijinkan

Tuhan tidak diindahkan

bisakah kita menjaga persahabatan itu?

Apa Adanya…

March 31st, 2006 by erzet

"Kalau gue menghabiskan makanan di piring saat kencan di restoran, komentarnya apa ya?", "Memang sih dia cuma ngajak joging, tapi gue perlu dandan supaya kulit tidak terlihat kusam", atau "Duh, gue gak sempat ke salon, padahal nanti malam gue diundang makan malam bersama keluarganya".

Ngerasa familiar dengan kalimat di atas ? Ya! you are not alone. Ketika kita baru mulai berpacaran dengan pria yang sudah lama kita idamkan, segalanya pasti berubah. Bahagia karena berhasil membuat si dia berletuk lutut sekaligus sibuk menjaga biar segala sesuatu terlihat SEMPURNA di depannya. Sebenarnya "kerepotan" tadi asalnya dari ketakutan kita sendiri. Ketakutan akan kehilangan pacar membuat kita jadi terobsesi untuk menjadi Miss/Mr Perfect, padahal seorang Nicole Kidman pun memiliki kekurangan. Ga sedikit lho wanita yang dihantui ketakutan. Rasa bahagia karena memiliki kekasih bercampur dengan rasa tidak aman, takut hubungan yang baru terjalin akhirnya gagal… ck..ck…ck…

Sayangnya, perasaan takut ini sering mendominasi dan membuat kita jadi ga rasional. Takut terlihat ga feminin kalo ngabisin pesanan di piring alias jaim trus memilih kelaparan =D. Diet mati-matian karena takut diputusin pacar kalau berat badannya bertambah. Bahkan ada yang rela operasi plastik karena kekasihnya mengaku senang dengan wanita berdada besar !#%^&*)&^%#. Padahal, kalo kita mau kita bisa aja lho hentiin ketakutan tadi. Lagipula, pasangan kita juga manusia yang pasti memiliki banyak kekurangan, bener khan? "pacar juga manusia…"

Menurut Susanne Lopez, seorang terapis, wanita sering meneliti kekurangannya sendiri dan menyebutnya sebagai "cacat", sebaliknya, pria sedikit mencari "cacatnya" sendiri. Cowo sering tidak memperhatikan hal-hal kecil, misalnya tidurnya mendengkur atau rambutnya sudah melebihi telinga. Dan sebenarnya "cacat" yang sering dimasalahkan oleh wanita, juga tidak diperhatikannya. Perasaannya tidak akan berubah hanya karena berat badan Anda naik satu-dua kilo, koq. Jadi, seharusnya bagaimana agar hubungan yang baru ini berjalan mulus ? We’ll see about that !

Pada awal masa berpacaran, lo bisa mengenal karakter si dia lewat tingkah lakunya. Coba pikirin deh apakah selama ini lo keberatan dengan kebiasaan-kebiasaannya. Singkatnya, cobalah untuk melihat dari "kacamatanya". Sehingga lo bisa tahu apa yang disukai dan tidak disukainya. Rasa tidak aman timbul dari ketakutan akan ditolak dan disingkirkan. Bukannya belajar memahami kegelisahan dan takut, kita malah terobsesi untuk menjadi Miss/Mr Perfect dan yakin bisa mengikat pasangan dengan hal itu. Kita merasa dengan makan sedikit dan bersikap feminin or bersikap macho di depannya, kita bisa mengambil hatinya. Agar rasa takut tadi bisa disingkarkan dengan cepat, lo bisa mencoba tips berikut :

Buatlah dalam buku catatan lo tiga kolom yang berisi Perasaan, Ketakutan dan Kenyataan. Misalnya, Perasaan : gue merasa kegemukan ; Ketakutan : gue takut terlihat jelek ; Kenyataan : Kami telah berpacaran 3 bulan. Ia tak pernah lupa menelepon setiap hari dan memuji tubuh gue bagus. Dengan melihat kenyataan yang ada, kita bisa mengikis rasa takut tadi dan mengubahnya menjadi tindakan positif. (feelin better?)

Cowo sebenarnya juga ingin pasangannya menjadi dirinya sendiri. Jadi ga perlu ditutupi kalau kita sedang lapar dan ingin makanan berat, tak perlu malu kalau tidur lo mendengkur dan ga perlu merasa dunia kiamat kalau ga sengaja lo kentut saat bersamanya, hehehe… Jangan sampai hidup lo jadi terintimidasi oleh keinginan untuk selalu tampil sempurna. Dan jika si dia tidak bisa menerima kebiasaan atau "cacat" kecil yang membuat ‘kita’ adalah ‘kita’, maka yakin aja deh kalo banyak cowo baik lain di luar sana yang pasti bisa melakukannya. Percayalah kalau lo bisa mengatakan,

" Inilah gue, terimalah apa adanya"

how about that?

;)

like a rose

March 30th, 2006 by erzet

tak seorang pun mencela bunga mawar ketika masih berupa kuncup kecil yang belum terbuka. cantik ditempatnya berada, dalam perjalanan pertumbuhannya. tak seorang pun menuding duri-durinya dan mengeluhkan bahwa duri-duri itu tajam dan berbahaya. tak seorang pun mengeluh bahwa bunga mawar membutuhkan air dan sinar matahari untuk bertumbuh dan seseorang untuk memeliharanya. kita cuma menatap takjub keindahannya, dari kuncup hingga mekar sepenuhnya.

hal sama berlaku bagi persahabatan. seperti bunga mawar, persahabatan indah dalam tiap musimnya. janganlah terfokus pada kekurangan dan kemungkinan kesalahan. jangan pernah berfokus pada kelemahannya. bersama waktu, kasih, pemeliharaan, dan iman, persahabatan akan bertumbuh. luangkan waktu untuk berhenti dan menghirup keharumannya dan menghargai pertumbuhan persahabatan